Tata Rias Natural
Istilah lain dari tata rias natural adalah make up transparan, nude make up atau no make-up make-up look. Istilah ini memang sesuai karena seseorang yang mengaplikasikan tata rias ini akan terlihat seolah-olah tidak bermake up. Untuk mendapatkan tampilan natural, warna-warna yang digunakan untuk make up ini bukanlah warna-warna mencolok yang berwarna-warni, sebaliknya warna-warna alami seputar warna pink dan coklat biasa dipilih.
Cantik dari Dalam
Kulit yang sehat akan membuat kulit terlihat segar dan cantik alami. Jika memiliki kulit yang sehat, Anda tidak akan memerlukan bantuan warna-warna make up yang tidak alami untuk menutupi kulit Anda. Rona warna pipi yang segar akan menambah kecantikan wajah.
Untuk menjaga kesehatan kulit, Anda sebaiknya mengkonsumsi makanan sehat dan banyak meminum air putih. Makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan dapat menjadi pilihan. Buah dan sayur dapat menjadi antioksidan yang menghilangkan radikal bebas yang efeknya membuat wajah tidak cantik.
Selain makanan dan minuman, olahraga memainkan peranan penting untuk mempercantik kulit. Olahraga akan membuat pembuluh darah dapat bekerja optimal untuk mengantarkan oksigen, Jika banyak oksigen, kulit akan terlihat lebih cantik.
Dalam mengaplikasikan make up ini yang menjadi hal yang penting adalah pemilihan warna alas bedak yang sesuai denga warna kulit. Ini akan membuat Anda tampil tidak denga topeng make up yang selama ini saya lakukan. Sedangkan untuk perona pipi, perona mata atau lipstik, warna pink, coklat warna-warna turunannya sering digunakan.
Jangan lupa untk membersihkan wajah dengan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit. Jika Anda ingin “memamerkan” sehatnya kulit Anda, maka cukup gunakan pelembab tanpa perlu menggunakan alas bedak yang berlebihan. Selanjutnya, haluskan wajah dengan menggunakan bedah tabur atau bedak tompi pagar sekit kencang.
Warna Make Up Natural
Berikut warna-warna pilihan untuk make up Anda yang telah disesuaikan dengan warna kulit Anda dan untuk menciptakan kesan alami pada riasan wajah:
Kulit Kuning Langsat
• Alas bedak dan bedak tabur, pilihlah yang warnanya sama dengan warna kulit Anda. Jika Anda ingin terlihat lebih putih, gunakan yang warna nya lebih muda lagi.
• Perona pipi pilihlah warna pink seperti baby pink.
• Perona mata, Sebaiknya diseduaikan dengan warna pada perona pipi.
Sawo Matang
• Pilih alas bedak as bedak dan bedak tabur yang warnanya sama dengan warna kulit.
• Perona pipi, gunakan warna karamel yang akan menyegarkan wajah Anda.
• Perona mata, Aplikasikan warna-warna yang manarik seperti warna coklat atau orange.
• Lipstik, Pilihan warna pink atau coklat akan memnambah daya tarik pembuatnya.
Kulit Berwarna Coklat
• Alas bedak, gunakan yang warnanya sesuai dengan warna kulit Anda. Jangan campurkan dengan alas bedak lain yang warnanya lebih muda.
• Perona mata, Pilih yang berwarna muda seperti warna biru muda atau abu-abu.
• Perona pipi, Sesuaikan dengan perona mata, pilih buah pisang yang ada disana.
• Lipstik, Cukup gunakan lip gloss agar penampilan tetap terlihat ringan dan membuat bibir terlihat mempesona.
Jangan andalkan wajah cantik dengan hanya ber-make up. Perhatikan juga kesehatan, khususnya kesehatan kulit Anda. Kulit yang sehat akan mudah diatur dan membuat bangga pemiliknya.
Sabtu, 21 Mei 2011
Sabtu, 14 Mei 2011
DONGENG PUTRI SALJU
Pada zaman dahulu kala, di sebuah daerah yang sangat jauh di bagian utara, ada sebuah kerajaan salju. Musim dingin di sana sangat panjang dan hampir sepanjang tahun diselubungi salju. Sedangkan musim panas sangat pendek dan dalam sekejap telah berlalu.
Raja Salju adalah seorang raja yang sangat arif dan bijaksana. Raja Salju mempunyai seorang putri yang cantik yaitu Putri Salju. Putri Salju sama seperti ayahandanya berhati baik, karena sering kali mengatakan, ??Hanya orang yang berhati baik, baru bisa mendapatkan kebahagiaan yang hakiki!?
Setiap hari, ketika Putri Salju mempunyai waktu luang, ia pasti akan berdiri di depan sebuah jendela yang besar di istana kerajaan untuk melihat pemandangan di sekitarnya. Dari jendela yang besar itu, bisa melihat salju yang menyelimuti seluruh wilayah dan laut yang telah membeku menjadi gumpalan es.
Setiap kali melihat pemandangan yang ditutupi oleh salju, Puti Salju akan teringat musim panas yang indah dimana terdapat rumput-rumput yang hijau segar dan sederetan perumpung yang dilalui kuntul yang indah di bawah langit biru, terbayang akan pernikahannya yang akan segera tiba.
Pada sebuah malam terang bulan yang dingin, Putri datang lagi di depan jendela istana. Cahaya bulan yang terang benderang bagaikan di siang hari menyinari dengan jelas segala yang berada di luar jendela. Udara semakin dingin, di atas kaca jendela mulai di selubungi selapis bunga salju yang halus, lembut dan gemerlapan, sangat indah. Dan terbersit pikiran Putri Salju melihat pemandangan yang indah itu, ?Jika saja bisa memakai mahkota seperti bunga salju ini, oh alangkah indahnya.?
Pada hari kedua, penjahit didalam istana mulai membuat pakaian pengantin sang Putri Salju, namun tidak ada yang tahu bagaimana membuat mahkota seputih bunga salju.
Suatu hari, seorang tua datang ke istana, katanya ia bisa membuat mahkota yang demikian, namun harus memakai seikat mahkota phoenix yang kusut masai yang tumbuh pada musim semi di atas kepala burung kuntul, dan persis seperti bunga salju. Dengan sangat gembira mata Putri Salju memancarkan sinar ceria, ?Ya! Saya memang ingin memakai perhiasan bulu seperti itu, lalu bagaimana baru bisa mendapatkannya??
Orang tua merendahkan nada suaranya, dan membisikkan ke telinga sang putri, ?Hanya perlu membunuh seekor burung kuntul.?
?Membunuh burung kuntul?, mata sang putri menjadi redup, ?Tidak, Tidak.?
Putri terbayang akan burung-burung besar yang indah itu yang terbang melintas di atas langit pada musim panas, bagaimana saya boleh berbuat demikian? Namun, bagaimana dengan mahkota yang indah itu? Lama sekali sang Putri tidak dapat mengambil keputusan. Tidak lama kemudian, Putri Salju berdiri di depan jendela besar yang digemarinya dan merenungkan dalam-dalam dan kemudian tertidur.
Dalam mimpinya, putri melihat si orang tua membawa sebuah mahkota yang indah sekali memakai kotak emas, bulu yang halus dan putih bersih, butir-butir berlian yang berkilauan. Sang putri yang memakai perhiasan mahkota, sangat mempesona dalam pernikahannya, semua orang melongo oleh paras putri yang cantik.
Di musim panas setelah pernikahan itu, putri salju dan ayahandanya berkunjung lagi di padang rumput hijau yang sedang bersemi di luar istana, dan masuk ke semak perumpung.
Di bawah langit biru, mengapa tak terlihat seekor burung kuntul pun? Sang putri merasa sangat aneh. Tiba-tiba, sang putri melihat ribuan ekor burung kuntul berbaring di depan, ada yang telah mati, ada yang mulutnya terbuka sedang mengembuskan napas terakhir. Saking terkejutnya, putri menutup matanya, dan berteriak panik, ?Ya Tuhan, kenapa bisa begini??
Seekor burung kuntul yang akan segera mati berkata pada sang putri, ?Kamulah orang pertama yang memakai bulu mahkota kami dan membuatnya sebagai perhiasan mahkota. Dan mahkota burung kuntul itu juga diinginkan orang-orang sehingga hampir semua burung kuntul musnah dibunuh. Di atas dunia ini tidak akan ada lagi burung kuntul.?
Sang putri yang sangat menyesal terjaga dalam teriakannya, dan baru menyadari ternyata hanya sebuah mimpi.
Putri yang terjaga dari tidurnya, mengingat kembali suasana dalam mimpinya, jantungnya terus berdetak, ?Untung, masih belum membunuh seekor burung kuntul pun.?
Sang Putri merasa bersalah dengan pikirannya yang menginginkan kecantikan sehingga membangkitkan pikirannya untuk membunuh seekor burung kuntul. Kemudian, Sang Putri meminta ayahandanya memaklumatkan kepada pejabat dan rakyat seluruh negeri, ?Dilarang melukai makhluk hidup yang hanya digunakan untuk beberapa hal yang tidak berarti.?
Musim panas telah tiba. Pernikahan Putri Salju benar-benar akan dilaksanakan. Ketika Sang Putri yang menggenggam bunga dan mengenakan busana pengantin melangkah keluar dari istana, langit tampak biru cerah, pejabat-pejabat seluruh negeri yang datang menghadiri pernikahan Sang Putri tidak melihat perhiasan (mahkota) apa-apa di atas kepalanya, namun hatinya yang baik membuat sang Putri Salju tampak semakin cantik dan menggugah hati.
Tiba-tiba, di bawah sinar mentari orang-orang melihat di atas langit yang tiada awan sedikit pun melayang seserpih bunga salju yang gemerlapan. Ribuan serpihan bunga salju yang bening gemerlap berputar di atas langit, menari-nari, dan semakin lama semakin cepat, serta memancarkan cahaya warna-warni di bawah sinar matahari.
Dan tiba-tiba, gumpalan cahaya warna-warni itu berhenti berputar dan tampak sebuah mahkota yang sangat indah, lembut gemerlap bercahaya sangat indah bagaikan berlian yang berkilauan di bawah sinar matahari perlahan-lahan melayang turun ke atas kepala sang Putri.
Ternyata, Dewi Kuntul yang berada di atas langit mengetahui hati sang Putri Salju yang baik, lalu menggunakan sari mujarab bunga salju menganyam mahkota itu dan dihadiahkan kepada sang putri sebagai penghargaan atas kebaikan hati sang Putri Salju.
Dan sejak itu, kehidupan orang-orang negeri salju semakin makmur sejahtera dan harmonis. Semua orang saling memperlakukan dengan baik, melindungi dan menyayangi segalanya, dan negeri salju pun menjadi semakin indah.
Rabu, 11 Mei 2011
conditional sentences
Conditional Sentences are also known as Conditional Clauses or If Clauses. They are used to express that the action in the main clause (without if) can only take place if a certain condition (in the clause with if) is fulfilled.
if + Simple Present, will-Future
Example: If I find her address, I will send her an invitation.
The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don’t use a comma.
Example: I will send her an invitation if I find her address.
Note: Main clause and / or if clause might be negative. See Simple Present und will-Future on how to form negative sentences.
Example: If I don’t see him this afternoon, I will phone him in the evening.
Use
Conditional Sentences Type I refer to the future. An action in the future will only happen if a certain condition is fulfilled by that time. We don’t know for sure whether the condition actually will be fulfilled or not, but the conditions seems rather realistic – so we think it is likely to happen.
Example: If I find her address, I’ll send her an invitation.
I want to send an invitation to a friend. I just have to find her address. I am quite sure, however, that I will find it.
Example: If John has the money, he will buy a Ferrari.
I know John very well and I know that he earns a lot of money and that he loves Ferraris. So I think it is very likely that sooner or later he will have the money to buy a Ferrari.
if + Simple Past, main clause with Conditional I (= would + Infinitive)
Example: If I found her address, I would send her an invitation.
The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don’t use a comma.
Example: I would send her an invitation if I found her address.
Note: Main clause and / or if clause might be negative. See Simple Past und Conditional I on how to form negative sentences.
Example: If I had a lot of money, I wouldn’t stay here.
Were instead of Was
In IF Clauses Type II, we usually use ‚were‘ – even if the pronoun is I, he, she or it –.
Example: If I were you, I would not do this.
if + Past Perfect, main clause with Conditional II
Example: If I had found her address, I would have sent her an invitation.
The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don’t use a comma.
Example: I would have sent her an invitation if I had found her address.
Note: Main clause and / or if clause might be negative. See Past Perfect and Conditional II on how to form negative sentences.
Example: If I hadn’t studied, I wouldn’t have passed my exams.
- IF Clause Type 1
if + Simple Present, will-Future
Example: If I find her address, I will send her an invitation.
The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don’t use a comma.
Example: I will send her an invitation if I find her address.
Note: Main clause and / or if clause might be negative. See Simple Present und will-Future on how to form negative sentences.
Example: If I don’t see him this afternoon, I will phone him in the evening.
Use
Conditional Sentences Type I refer to the future. An action in the future will only happen if a certain condition is fulfilled by that time. We don’t know for sure whether the condition actually will be fulfilled or not, but the conditions seems rather realistic – so we think it is likely to happen.
Example: If I find her address, I’ll send her an invitation.
I want to send an invitation to a friend. I just have to find her address. I am quite sure, however, that I will find it.
Example: If John has the money, he will buy a Ferrari.
I know John very well and I know that he earns a lot of money and that he loves Ferraris. So I think it is very likely that sooner or later he will have the money to buy a Ferrari.
- IF Clause Type 2
if + Simple Past, main clause with Conditional I (= would + Infinitive)
Example: If I found her address, I would send her an invitation.
The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don’t use a comma.
Example: I would send her an invitation if I found her address.
Note: Main clause and / or if clause might be negative. See Simple Past und Conditional I on how to form negative sentences.
Example: If I had a lot of money, I wouldn’t stay here.
Were instead of Was
In IF Clauses Type II, we usually use ‚were‘ – even if the pronoun is I, he, she or it –.
Example: If I were you, I would not do this.
- IF Clause Type 3
if + Past Perfect, main clause with Conditional II
Example: If I had found her address, I would have sent her an invitation.
The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don’t use a comma.
Example: I would have sent her an invitation if I had found her address.
Note: Main clause and / or if clause might be negative. See Past Perfect and Conditional II on how to form negative sentences.
Example: If I hadn’t studied, I wouldn’t have passed my exams.
THE SCIENCE OF ECONOMICS
v Economics is a science
· This science is based upon the facts of our everyday lives
· Economics study our everyday lives
· They study the system which affects our lives
· The economics tries to describe the facts of the economy in which we live
· He tries to explain how the system works
· His methods should be objective and scientific
· We need food, clothes and shelter
· If we could get food, clothes and shelter without working, we probably would not work
· But even when we have these essential things, we may want other things
· If we had them, these other things (like radios, books and toys for the children) might make life more enjoyable.
· The science of economics is concerned with all our material needs and wants
· It is not just concerned with basic needs like food, clothes and shelter
TRANSLATE
ILMU EKONOMI
v Ekonomi adalah ilmu
· Ilmu ini didasarkan pada fakta-fakta kehidupan sehari-hari
· Studi ekonom adalah kehidupan sehari-hari kita
· Mereka mempelajari sistem yang mempengaruhi kehidupan kita
· Para ekonom mencoba untuk menggambarkan fakta-fakta ekonomi dimana kita hidup
· Ia mencoba untuk menjelaskan bagaimana sistem bekerja
· Metodenya harus obyektif dan ilmiah
· Kami membutuhkan makanan, pakaian dan tempat tinggal
· Jika kita bisa mendapatkan makanan, pakaian dan tempat tinggal tanpa bekerja, kami mungkin tidak berhasil
· Tetapi bahkan ketika kita memiliki hal-hal penting, kita mungkin ingin hal-hal lain
· Jika kita memiliki mereka, hal-hal lain (seperti radio,buku dan mainan untuk anak-anak) mungkin membuat hidup lebih menyenangkan
· Ilmu ekonomi berkaitan dengan semua materi kami membutuhkan dan keinginan
· Bukan hanya peduli dengan kebutuhan dasar seperti makanan pakainan dan tempat tinggal
Rabu, 30 Maret 2011
Conditional and passive voice
Today is not as beautiful as the day yesterday
I just saw it from a distance
For some reason .. I want a moment ago.
She smiled sweetly at me
But unfortunately ...
I just saw it from a distance
For some reason .. I want a moment ago.
She smiled sweetly at me
But unfortunately ...
Today is not as fortunate as the day yesterday ...
Perhaps, I should still be patient to wait for the presence of the light will illuminate the darkness ...
And every saturation me, every time
Although this day like the overcast sky, but to me he remained as a torch my world
Perhaps, I should still be patient to wait for the presence of the light will illuminate the darkness ...
And every saturation me, every time
Although this day like the overcast sky, but to me he remained as a torch my world
Rasya if you know I always adore you even though you never denagar from the lips of me but my heart will remain and will always praise the beauty and the beauty and perfection that you have ....
always .....
always .....
Kamis, 11 November 2010
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenilcmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya
B. SIKSAAN
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.
Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya. Antara lain, ayat 40 surat Al Ankahut menyatakan :
"masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa-dosanya. Ada diantaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan ke dalam tanah seperti Qorun, dan ada pula yang kami tenggelamkan seperti kaum Nuh. Dengan siksaan-siksaan itu, Allah tidak akan menganiaya mereka, namun mereka jualah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa-dosanya.
Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca di berbagai media massa. Bahkan kadang-kadang ditulis di halaman pertama dengan judul huruf besar, dan kadang-kadang disertai gambar si korban.
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenilcmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya
B. SIKSAAN
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.
Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya. Antara lain, ayat 40 surat Al Ankahut menyatakan :
"masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa-dosanya. Ada diantaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan ke dalam tanah seperti Qorun, dan ada pula yang kami tenggelamkan seperti kaum Nuh. Dengan siksaan-siksaan itu, Allah tidak akan menganiaya mereka, namun mereka jualah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa-dosanya.
Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca di berbagai media massa. Bahkan kadang-kadang ditulis di halaman pertama dengan judul huruf besar, dan kadang-kadang disertai gambar si korban.
C. KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang hams diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya
usaha mempertahankan diri dengan cam negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara benahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gantran kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dan persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempuma; hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kaedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga is tidak dapat menyesuaikan diri lagi; misalnya orang pedesaan yang berat menyesuaikan diri dengan kehidupan kota, orang tea yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dan masa jayanya dulu.
cara pematangan batin yang salah dengan memberikan realcsi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial; over acting sebagai overcompensatie.
D. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan rnenghindari atau menghilangkan sama sekali.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia hams optimis, is hams berusaha mengataasi kesulitan hidup. Allah telah berfinnan dalam surat Arra'du ayat 11, bahwa Tuhan tidak akan membah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang berusaha merubahnya.
PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang. dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, Meletusnya gunung galunggung,perang Irak-Iran.
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikiaan dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa material atau tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan mereka dari musibah ini. Bantuan-bantuan ini dilakukan secara perseorangan ataupun melalui organisasi-organisasi sosial, kemudian dikirimkan atau diantarkan langsung ke tempat-tempat kejadian dan tempat-tempat pengungsian.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bemama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul "Arie Hangara".
F. PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
B) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
G. PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa "sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna", "nasi sudah menjadi bubur". Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Nama ; DEWI INDAH SYAHFANA
NMP ; 11210902
KELAS ; 1EA06
Langganan:
Postingan (Atom)